Kantorkita.co.id  Slip gaji adalah salah satu dokumen penting yang wajib diberikan oleh pengusaha kepada karyawan setiap kali ada pembayaran gaji. Slip ini memuat rincian dari penghasilan yang diterima oleh karyawan, termasuk gaji pokok, tunjangan, potongan, dan komponen lainnya. Meskipun di Indonesia tidak ada aturan hukum yang secara eksplisit mewajibkan perusahaan memberikan slip gaji, pemberian slip gaji tetap menjadi kewajiban yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan transparansi antara pengusaha dan karyawan.

Namun, dalam dunia ketenagakerjaan, tidak semua jenis pekerjaan mengikuti format yang sama. Salah satunya adalah pekerja dengan sistem borongan. Sistem borongan sering kali digunakan dalam pekerjaan yang sifatnya proyek atau berdasarkan jumlah satuan pekerjaan yang diselesaikan oleh karyawan. Dalam hal ini, slip gaji yang diberikan pun bisa memiliki format yang sedikit berbeda. Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang contoh slip gaji karyawan borongan dengan format sederhana, serta bagaimana penyusunan slip gaji yang sesuai dengan kebutuhan karyawan jenis ini.

Anda Pasti Butuhkan:

Slip Gaji Digital
Aplikasi Absensi Mobile
Aplikasi Absensi Gratis
Absensi Gratis

Pengertian Karyawan Borongan

Sebelum membahas contoh slip gaji, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu karyawan borongan. Karyawan borongan adalah tenaga kerja yang dibayar berdasarkan hasil kerja atau satuan pekerjaan tertentu. Pembayaran upah atau gaji yang diterima oleh karyawan borongan tidak didasarkan pada waktu kerja, tetapi pada volume pekerjaan yang berhasil diselesaikan. Sistem ini sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi, pertanian, atau sektor lainnya di mana pekerjaannya bersifat non-reguler atau proyek.

Contoh pekerjaan borongan yang umum antara lain adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan volume bangunan yang selesai dibangun, petani yang dibayar berdasarkan jumlah tanaman yang dipanen, atau pekerja yang menyelesaikan tugas tertentu dalam jumlah yang ditentukan.

Pentingnya Slip Gaji untuk Karyawan Borongan

Meskipun sistem borongan memiliki cara perhitungan pembayaran yang berbeda, pemberian slip gaji tetap penting. Slip gaji bagi karyawan borongan berguna sebagai bukti bahwa upah atau gaji yang dijanjikan telah dibayarkan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Slip gaji ini berfungsi sebagai dokumentasi transaksi pembayaran yang sah dan menghindari potensi perselisihan terkait upah.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa slip gaji tetap diperlukan untuk karyawan borongan:

  1. Transparansi Pembayaran: Dengan adanya slip gaji, pekerja dapat memverifikasi bahwa pembayaran yang diterima sesuai dengan jumlah yang telah disepakati berdasarkan hasil pekerjaan.
  2. Dokumentasi Resmi: Slip gaji menjadi bukti yang sah bahwa pekerjaan telah diselesaikan dan pembayaran sudah dilakukan. Ini penting dalam hal perselisihan atau klaim terkait pembayaran.
  3. Perencanaan Keuangan: Dengan mengetahui rincian pembayaran, karyawan borongan bisa merencanakan pengeluaran dan tabungan dengan lebih efektif.
  4. Akses ke Layanan Keuangan: Slip gaji juga menjadi bukti penghasilan yang dibutuhkan saat karyawan borongan mengajukan pinjaman atau aplikasi kredit lainnya.

Perusahaan Wajib Punya Ini:

Aplikasi Absensi
Aplikasi Absensi Online
Aplikasi Absensi Gratis

Format Slip Gaji Karyawan Borongan

Slip gaji untuk karyawan borongan biasanya lebih sederhana dibandingkan dengan karyawan yang bekerja dengan sistem bulanan atau harian. Slip gaji karyawan borongan harus memuat informasi yang jelas mengenai pekerjaan yang dilakukan, volume pekerjaan yang selesai, serta jumlah upah yang diterima. Berikut adalah beberapa komponen yang biasanya ada pada slip gaji karyawan borongan.

1. Identitas Perusahaan

Pada bagian awal slip gaji, perusahaan harus mencantumkan informasi dasar terkait perusahaan, seperti:

  • Nama perusahaan
  • Alamat perusahaan
  • Nomor telepon atau email perusahaan

Pencantuman informasi ini bertujuan agar slip gaji dapat terverifikasi keabsahannya dan memudahkan pekerja atau pihak ketiga yang memeriksa slip gaji tersebut.

2. Identitas Karyawan

Selanjutnya, slip gaji juga perlu mencantumkan identitas karyawan, antara lain:

  • Nama lengkap karyawan
  • Nomor identitas (KTP atau nomor lainnya)
  • Posisi atau jenis pekerjaan yang dilakukan

Ini penting untuk menghindari kebingungan, terutama jika perusahaan memiliki banyak pekerja dengan status borongan.

3. Rincian Pekerjaan atau Volume yang Diselesaikan

Sebagai karyawan borongan, pembayaran didasarkan pada hasil pekerjaan. Oleh karena itu, slip gaji harus mencantumkan rincian pekerjaan atau volume yang diselesaikan oleh karyawan selama periode tertentu. Contohnya:

  • Jumlah unit pekerjaan yang diselesaikan (misalnya jumlah rumah yang dibangun, jumlah tanaman yang dipanen, atau jumlah barang yang diproduksi)
  • Tanggal pekerjaan yang diselesaikan

Rincian ini menjadi dasar untuk menghitung jumlah upah yang diterima oleh karyawan borongan.

4. Rincian Pembayaran atau Upah yang Diterima

Bagian ini adalah inti dari slip gaji, di mana jumlah upah yang diterima oleh karyawan dihitung berdasarkan pekerjaan yang telah diselesaikan. Biasanya, dalam pekerjaan borongan, ada harga per unit yang telah disepakati sebelumnya. Slip gaji harus mencantumkan informasi berikut:

  • Tarif per unit pekerjaan
  • Jumlah unit yang diselesaikan
  • Total upah yang diterima

Sebagai contoh, jika seorang karyawan borongan bekerja di proyek konstruksi dan menyelesaikan lima rumah dengan tarif per rumah Rp 10.000.000, maka total upah yang diterima adalah Rp 50.000.000.

5. Potongan (Jika Ada)

Seperti halnya dengan pekerja yang menggunakan sistem gaji bulanan, slip gaji karyawan borongan juga perlu mencantumkan potongan jika ada. Potongan ini bisa berupa:

  • Potongan pajak penghasilan (PPh)
  • Potongan untuk jaminan sosial (BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan)
  • Potongan lainnya yang disepakati antara perusahaan dan pekerja

Pencantuman potongan ini penting untuk menunjukkan bahwa pembayaran dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

6. Total Gaji yang Diterima

Setelah menghitung total upah dan potongan, slip gaji harus mencantumkan jumlah gaji bersih yang diterima oleh karyawan. Ini adalah jumlah yang akan diterima karyawan setelah potongan-potongan yang berlaku.

Mudah dan Praktis:

Aplikasi Absensi Android
Aplikasi Absensi IOS
Absensi Android
Absensi Ios

Contoh Slip Gaji Karyawan Borongan dengan Format Sederhana

Berikut adalah contoh slip gaji untuk karyawan borongan dengan format sederhana:


PT. Maju Kita Construction
Alamat: Jl. Raya No. 45, Bandung
Telp: (021) 12344444


Slip Gaji Karyawan Borongan
Periode: Januari 2025
Nama Karyawan: Willi Sukron Hadiat
Posisi: Pekerja Konstruksi
No. Identitas: 1234567890


Rincian Pekerjaan
Pekerjaan: Pembangunan Rumah
Jumlah Rumah yang Diselesaikan: 5 Unit
Tarif per Rumah: Rp 10.000.000
Total Gaji Kotor: Rp 50.000.000


Potongan
Pajak Penghasilan (PPh 21): Rp 500.000
BPJS Ketenagakerjaan: Rp 200.000


Total Gaji Bersih: Rp 49.300.000


Tanggal Pembayaran: 31 Januari 2025


Tanda Tangan Pengusaha
(Nama Pengusaha)


Tanda Tangan Karyawan
(Willi Sukron Hadiat)


Keuntungan dan Tantangan Sistem Borongan

Keuntungan Sistem Borongan

  1. Fleksibilitas Kerja: Karyawan borongan biasanya memiliki kebebasan lebih dalam mengatur waktu kerja mereka, karena mereka hanya dibayar berdasarkan hasil pekerjaan yang diselesaikan.
  2. Potensi Pendapatan Lebih Tinggi: Jika pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien, karyawan borongan berpotensi mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang dibayar secara per jam atau bulanan.
  3. Pemberian Upah Sesuai Prestasi: Sistem borongan memberikan insentif yang lebih jelas bagi pekerja untuk meningkatkan kinerja mereka, karena penghasilan mereka langsung dipengaruhi oleh hasil yang mereka capai.

Tantangan Sistem Borongan

  1. Ketidakpastian Penghasilan: Bagi karyawan borongan, pendapatan tidak selalu stabil karena bergantung pada volume pekerjaan yang bisa diselesaikan. Dalam kondisi yang tidak menentu, hal ini bisa menyebabkan ketidakpastian finansial.
  2. Tidak Ada Jaminan Kesehatan atau Ketenagakerjaan: Pada banyak kasus, karyawan borongan tidak mendapatkan manfaat jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, yang dapat mengurangi rasa aman bagi pekerja.
  3. Potensi Penyalahgunaan: Dalam beberapa situasi, pengusaha bisa memanfaatkan sistem borongan untuk mengurangi kewajiban pembayaran upah sesuai dengan harga pasar yang wajar, sehingga merugikan pekerja.

Kesimpulan

Pemberian slip gaji pada karyawan borongan sangat penting untuk memastikan transparansi dan kejelasan antara pekerja dan pengusaha. Meskipun karyawan borongan dibayar berdasarkan hasil pekerjaan yang diselesaikan, slip gaji tetap berfungsi sebagai bukti pembayaran yang sah. Slip gaji juga memungkinkan pekerja untuk merencanakan keuangan dengan lebih baik, serta memberikan kejelasan mengenai potongan-potongan yang diterapkan pada gaji mereka.

Format slip gaji untuk karyawan borongan harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan, namun tetap mencantumkan informasi dasar mengenai identitas pekerja, rincian pekerjaan, tarif, dan potongan. Dengan adanya slip gaji yang jelas dan transparan, hubungan antara pengusaha dan karyawan borongan dapat terjalin dengan lebih baik, menciptakan kondisi kerja yang adil dan menghargai kontribusi pekerja.